Persiapan Sail Raja Ampat 2014 Sudah 90 Persen --- Presiden Apresiasi Pembahasan APBN-P 2014 Lebih Cepat Dari Rencana --- Menkominfo Terima Penghargaan Lencana Melati Pramuka

Nusantara

Peruntukan Dana BOS Harus Sesuai Ketentuan

Pekanbaru, InfoPublik - Kepala Dinas Pendidikan Riau Drs  Hadimiharja MPd, saat membuka Workshop BOS bagi Kepala Sekolah dan Bendahara angkatan III (SD Negeri) dan Angkatan IV (SD Swasta) se-Provinsi Riau, di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru, Kamis (26/9/), mengingatkan para guru tidak menyalahgunakan dana Bantuan Operasional Sekolah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Hadi menjelaskan beberapa item yang dibolehkan untuk penggunaan dana BOS ini, seperti, pembelian/penggandaan buku teks pelajaran, yaitu untuk mengganti yang rusak atau untuk memenuhi kekurangan, pembiayaan seluruh kegiatan dalam rangka penerimaan siswa baru.

Ia memberi contoh biaya kegiatan  penerimaan siswa baru, seperti  biaya pendaftaran, penggandaan formulir, administrasi pendaftaran, dan pendaftaran ulang, pembuatan spanduk sekolah, serta kegiatan lain yang berkaitan langsung dengan kegiatan tersebut, misalnya untuk fotocopy, konsumsi panitia, dan uang lembur dalam rangka penerimaan siswa baru, dan lainnya yang relevan.

Selanjutnya untuk pembiayaan kegiatan pembelajaran remedial, PAKEM, pembelajaran kontekstual, pembelajaran pengayaan, pemantapan persiapan ujian, olahraga, kesenian, karya ilmiah remaja, pramuka, palang merah remaja, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan sejenisnya.

Selain dana Bos diperbolehkan  untuk honor jam mengajar tambahan di luar jam pelajaran, biaya transportasi dan akomodasi siswa/guru dalam rangka mengikuti lomba, fotocopy, membeli alat olah raga, alat kesenian dan biaya pendaftaran mengikuti lomba.

"Pembiayaan ulangan harian, ulangan umum, ujian sekolah dan laporan hasil belajar siswa (misalnya untuk fotocopi/ penggandaan soal, honor koreksi ujian dan honor guru dalam rangka penyusunan rapor siswa, pembelian bahan-bahan habis pakai seperti buku tulis, kapur tulis, pensil, spidol, kertas, bahan praktikum, buku induk siswa, buku inventaris, langganan koran/majalah pendidikan, minuman dan makanan ringan untuk kebutuhan sehari-hari di sekolah, serta pengadaan suku cadang alat kantor, serta masih banyak lainnya," jelas mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis ini.

Dikesempatan itu, Hadi tak lupa mengingatkan kepada para peserta workshop mengenai larangan-larangan penggunaan dana BOS ini seperti, disimpan dalam jangka waktu lama dengan maksud dibungakan, dipinjamkan kepada pihak lain, membiayai kegiatan yang tidak menjadi prioritas sekolah dan memerlukan biaya besar, misalnya studi banding, studi tour (karya wisata) dan sejenisnya.

Selanjutnya untuk membiayai kegiatan yang diselenggarakan oleh UPTD Kecamatan/  Kabupaten/kota/Provinsi/Pusat, atau pihak lainnya, walaupun pihak sekolah tidak ikut serta dalam kegiatan tersebut. Sekolah hanya diperbolehkan menanggung biaya untuk siswa/guru yang ikut serta dalam kegiatan tersebut.

Berikutnya yang dilarang adalah membayar bonus dan transportasi rutin untuk guru, membeli pakaian/seragam bagi guru/siswa untuk kepentingan pribadi (bukan inventaris sekolah), digunakan untuk rehabilitasi sedang dan berat, membangun gedung/ruangan baru, membeli bahan/peralatan yang tidak mendukung proses pembelajaran, menanamkan saham, membiayai kegiatan yang telah dibiayai dari sumber dana pemerintah pusat atau pemerintah daerah secara penuh/wajar, misalnya guru kontrak/guru bantu.

Kegiatan penunjang yang tidak ada kaitannya dengan operasi sekolah, misalnya iuran dalam rangka perayaan hari besar nasional dan upacara keagamaan/acara keagamaan, membiayai kegiatan dalam rangka mengikuti pelatihan/sosialisasi/ pendampingan terkait program BOS/perpajakan program BOS yang diselenggarakan lembaga di luar Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/ Kota dan Kementerian Pendidikan Nasional.

“Ini yang perlu dan harus diikuti, karena itu saya minta agar semua peserta bisa serius dan aktif bertanya dalam workshop ini, sehingga ilmu yang diperoleh bisa diterapkan disekolah masing-masing," pungkasnya. (MC Riau/mad/Kus)