Kualitas Kedelai Dalam Negeri Masih Unggul
Oleh G. SurantoSenin, 06 Agustus 2012 | 11:59
Jakarta, InfoPublik - Kualitas kedelai dalam negeri sebenarnya tidak kalah dari kedelai impor. Lebih aman, dan sudah sejak lama dikenal sebagai sumber pangan yang bermutu. Persoalan mengemuka sejak krisis luas tanam turun, hingga separuhnya yaitu dari 1,2 juta hektar, tinggal 600 ribuan hektar, petanipun enggan menanam karena harganya murah. “Kita akui pemerintah telah berupaya mencari lahan yang potensial untuk mengembangkan kedelai, guna menemukan solusinya agar petani aman, dan industri juga aman,” kata Kepala Balai Penelitian Tanaman Kacang dan Umbi Kabupaten Malang, M. Muchlies Adie pada siaran iptek voice di Kemenristek Jakarta, Senin (6/8). Dari sisi teknologi sendiri sudah siap, hanya perlu mencari lahan yang cocok. Apalagi memang banyak kemudahan jika ingin mengembangkannya misalnya kedelai dapat ditanam berbarengan dengan pohon naungannya. Pengaruhnya pada tanaman pokok pun menguntungkan, seperti ditanam dengan pohon jati. Pohon tersebut menjadi subur ketika ditanam berbarengan dengan kedelai. Untuk pohon jati umurnya harus di bawah empat tahun agar kedelai tahan naungan. “Pemerintah sudah siap dengan teknologi untuk di lahan pasang surut, lahan masam,dan lahan kering. Kami pun juga sudah punya teknologinya yang bisa dimanfaatkan. Kedelai ini merupakan tanaman tropis, tentu tidak bisa ditanaman pada cuaca kering, namun kami juga akan menyiapkan varietas yang toleran tertahap kekeringan,” ungkapnya. Sementara itu, program riset dasar yang digagas Kementerian Riset dan Teknologi telah menyiapkan varietas kedelai hitam yang tahan kekeringan dan berumur genjah (75 hari), dimana tahun 2012 ini akan mulai disidangkan. Kalau nanti cuaca kering dan curah hujan kurang pemerintah juga akan menyiapkan varietasnya. Badan litbang kami sudah mengidentifikasi paling tidak ada 190 ribu hektar di Jawa yang berpotensi untuk dikembangkan kedelai. Kemudian lahan pasang surut di Sumatera, Kalimantan, dan lain-lain. Termasuk lahan pohon sawit yang masih muda, juga masih bisa ditumpangkan dengan tanaman kedelai. “Kedelai ini kaya akan protein, dan anioksidanya tinggi sangat penting untuk kesehatan, dan dua calon varietas kedelai hitam sudah kami ajukan ke tim penilai dan pelepas varietas,” imbuhnya. (rm)
Berita Terkini
[Indeks]
Selasa, 18 Juni 2013 | 20:36
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan Jamin Stok-Harga Sembako Aman
Manado, InfoPublik - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menjamin kecukupan stok dan harga kebutuhan pokok di pasaran aman, meskipun gonjang ganjing kenaikan harga makin kencang berhembus pasca keputusan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi.
Berita Populer
[Indeks]
Besok 585.789 Peserta SBMPTN Ikuti Ujian Tulis
Jakarta, InfoPublik - Ketua Panitia SBM PTN Akhmaloka mengatakan, sebanyak 585.789 pelamar seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBM PTN) bersaing masuk kampus negeri melalui ujian tulis mulai besok pagi (18/6).

